Minggu, 17 Desember 2017

Membanggakan ! Indonesia Raih 13 Emas pada Asean Skills Competition

Membanggakan ! Indonesia Raih 13 Emas pada Asean Skills Competition

ascDelegasi Indonesia meraih 13 emas pada Asean Skills Competition (ASC) XI di Putra Jaya, Malaysia yang berlangsung 23 hingga 28 September 2016.

Informasi tersebut berdasarkan data yang disampaikan Ketua Delegasi ASC Indonesia Khairul Anwar dan twitter @KemnakerRI, Kamis.

Pada ajang tersebut, tuan rumah Malaysia meraih 22 emas, lima perak, dan empat perunggu.

Penutupan ASC 2016 berlangsung di Putra Jaya International Convention Center (PICC) Rabu (28/9) malam yang dihadiri langsung Wakil Perdana Menteri dan juga Menteri Dalam Negeri Malaysia Dato’ Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi.

Sejumlah delegasi Indonesia peraih emas, di antaranya Riza Budi Prasetya meraih emas dalam IT Software Solution For Business, Helmi Yuliardi meraih emas dalam Kejuruan Electronics, dan Anggun Nurdila menyumbang emas untuk Fashion Technology.

Kemudian Hadi Setiawan dan Kenrick Satrio Sahputra dinobatkan sebagai “Web Designer Terbaik se-Asean,” dan berhasil meraih emas.

Sedangkan Abdul Azis dan M Asad Humam meraih perunggu dalam Kejuruan Automobile Technology, M Dhio Fadly dan Junito Suroto meraih perak dalam kejuruan CNC Maintenance.

Ahmad Zaenul Amin dan Martinus Dedi Wicaksono dinobatkan sebagai Cabinet Maker Terbaik se-Asean, dan Dwi Safitri Raih meraih perak pada Kejuruan Beauty Therapy.

Eko Mustofa dan Andy Yuniawan berhasil menjuarai Kejuruan Mobile Robotics, dan Dina Nugrahani meraih perak dalam Fashion Technology. Sedangkan Saridah meraih medali perunggu dalam Kompetisi Hairdressing, dan Okky Permana dinobatkan sebagai “Jawara Graphic Design Technology se-Asean”.

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri saat menghadiri pembukaan mengharapkan agar delegasi Indonesia menjadi juara umum dalam “11th Asean Skills Competition (ASC)” itu.

“Kalau bisa kita juara umum, tapi yang penting bagi saya ada greget dari seluruh mitra untuk terus meningkatkan kompetensi generasi muda bahwa keterampilan mereka harus digenjot,” katanya lagi.

Hanif mengatakan keterampilan itu sangat penting karena pada dasarnya hari ini harus ada transformasi orientasi dari pendidikan kita yang tadinya berorientasi gelar atau capaian-capaian akademik, sekarang harus pada keterampilan atau kompetensi.

sumber: http://www.beritasatu.com

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *